Wudlu'

Definisi Wudlu'
Wudlu' menurut arti bahasa adalah bersih dan indah, sedangkan menurut arti syara' adalah menggunakan air pada anggota badan tertentu yang diawali dengan niat.

Dalam wudlu' ada 9 sub bahasan, yaitu syarat, fardlu, kesunnatan dan lain lain, yang akan kami jelaskan secara berurutan. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa syarat dan fardlu (baik dalam wudlu' maupun yang lain) adalah dua hal yang harus dipenuhi. Bedanya, syarat adalah hal yang bukan esensial (kewajiban pra wudlu'), sedangkan fardlu adalah hal yang esensial (komponen wudlu' yang harus dijalankan).

Syarat Wajib Wudlu'
  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
Syarat Syarat Pelaksanaan Wudlu'
1. Menggunakan air yang suci mensucikan
2. Mengalirkan air pada anggota wudlu' yang harus dibasuh
3. Tidak terdapat sesuatu pada anggota wudlu' yang bisa merubah sifat air dengan kuat, seperti pewarna dan lain lain
4. Tidak terdapat sesuatu yang dapat bisa menghalangi sampainya air keanggota wudlu', seperti lilin, cat dan lain lain
5. Masuknya waktu sholat bagi orang yang mengalami Istihadloh dan beser

Rukun Rukun Wudlu'
  1. Niat wudlu' (bersamaan dengan membasuh wajah)
  2. Membasuh wajah
  3. Membasuh kedua tangan hingga siku siku
  4. Mengusap sebagian kepala atau rambut kepala
  5. Membasuh kaki hingga mata kaki
  6. Tartib (urut mulai rukun nomor satu sampai nomor lima)
Teknis Pelaksanaan Dan Kesunatan Kesunatan

1. Niat Wudlu'
Niat adalah menyengaja melakukan suatu pekerjaan yang disertai dengan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu dalam wudlu' niatnya harus disertakan (bersamaan) dengan membasuh wajah. Disamping itu, niat harus diucapkan oleh hati, tidak cukup jika hanya dilafalkan dengan lisan, dalam arti hati kita harus betul betul sadar dan berkeinginan melaksanakan wudlu', sedangkan mengucapkan dengan lisan hukumnya sunnat, untuk membantu kemantapan hati.
Bentuk niat dalam wudlu', contoh:
نويت الوضوء لرفع الحدث الاءصغر فرضا لله تعال
Artinya: Saya niat menjalankan wudlu', untuk menghilangkan hadats kecil, wajib karena Alloh Ta'ala.

KesunnatanKesunnatan Sebelum Niat:

a) Bersiwak dengan benda suci yang bisa menghilangkan kotoran yang melekat pada gigi

b) Membaca Basmallah pada awal wudlu' atau ditengah-tengah wudlu' saat mutawadli' (orang yang melakukan wudlu') lupa membacanya atau sengaja tidak membacanya pada awal wudlu'

c) Membasuh kedua telapak tangan sampai pada pergelangannya

d) Berkumur, minimal dengan memasukkan air kemulut, lebih utamanya (Afdhol) dengan memutarkan air (berkumur) hingga mengenai seluruh rongga mulut, termasuk gusi dan gigi, serta dibantu dengan ibu jari tangan kiri untuk membersihkannya.

e) Menghisap air melalui hidung. Minimal memasukkan air kehidung, Lebih utamanya (Afdhol) Menghisap air sampai hidung bagian dalam kemudian menyemprotkannya keluar.

f) Berkumur dan menghirup air kehidung secara bersamaan dengan satu cidukan, sebanyak tiga kali

g) Melafadzkan niat dengan suara yang lirih sekira hanya didengar diri sendiri

2. Membasuh Wajah

Batasan wajah ada dua bagian:

a) Bagian wajah dari atas kebawah (memanjang) yaitu mulai dari bagian kepala yang umumnya ditumbuhi rambut sampai ujung dagu dan tulang rahang bagian bawah.

b) Bagian wajah antara dua sisi kanan dan kiri (melebar) yaitu tempat antara dua telinga

Yang wajib dibasuh adalah keseluruhan bagian wajah yang tampak (bagian luar) dan segala apa yang tumbuh pada wajah seperti bulu mata, alis, kumis, jambang dan lain lain. sedangkan bagian dalam mulut dan lubang hidung tidak wajib dibasuh, karena bukan termasuk bagian dari wajah yang tampak. Begitu juga mata, karena tidak selalu terbuka, sering tertutup ketika berkedip, apa lagi klo sedang tidur hehe...

Sedangkan batasan membasuh adalah sekira air mengalir pada kulit, tidak cukup hanya menempel.

Kesunnatan Ketika Membasuh Wajah

Ithalat al-Ghurrah : Menambah basuhan wajah dengan mengikutkan seebagian kepala bagian depan dan lipatan lipatan leher.

3. Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku Siku
Termasuk yang wajib dibasuh adalah apa yang tumbuh pada permukaan bagian fardlu, seperti bulu tangan dan kuku meskipun panjang. Disamping itu juga harus membasuh sedikit bagian tangan yang melewati siku siku agar yakin kesempurnaan pada siku siku.

Kesunnatan Ketika Membasuh tangan :

a) Memanjangkan basuhan sampai bagian lengan diatas siku siku (ithalat at-tahjil)

b) Menyela nyelai jari tangan, caranya dengan merangkapkan jari jari tangan kiri pada jari jari tangan kanan (tasybiq)

4. Mengusap Sebagian Kepala
Batasan mengusap adalah sekira air dapat sampai pada anggota, tanpa harus mengalir. Dalam mengusap sebagian kepala, minimal dengan mengusap apapun yang ada dibatas kepala, baik kulit maupun rambut.

Kesunnatan Kesunnatan Ketika Mengusap kepala :

a) Mengusap keseluruhan apa yang ada dikepala, lebih utamanya (afdholl) yaitu dengan cara meletakkan dua jari telunjuk pada kepala bagian depan sedangkan ibu jari berada di pelipis (kepala bagian sampig). Kemudian dua jari telunjuk ditarik kebelakang hingga sampai tengkuk, kemudian dikembalikan kearah kepala bagian depan.

b) Mengusap daun telinga bagian luar dan dalam serta lubangnya. Lebih utamanya (afdhol) adalah memasukkan kedua jari telunjuk yang telah dibasahi air pada lubang telinga sementara kedua ibu jari digunakan untuk mengusap daun telinga dari bawah hingga atas, selanjutnya kedua telapak tangan yang telah dibasahi diusapkan pada sudut sudut kedua telinga agar benar benar merata (Istidzhar)

5. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki

Agar kaki dapat terbasuh dengan sempurna, maka sebagian betis harus ikut terbasuh.

Kesunnatan Kesunnatan Ketika Membasuh Kaki :

a) Membasuh sampai lutut (ithalat at-tahjil)
b) Menyela nyelai jari kaki, lebih utamanya (afdhol) dengan memasukkan jari kelingking tangan kiri dari bawah jari kaki, kemudian ditarik keatas, dimulai kelingking jari kaki kanan dan seterusnya sampai kelingking jari kaki kiri.

6. Tartib
Tartib adalah menjalankan rukun rukun wudlu’ sesuai dengan urutannya, mulai dari niat sampai membasuh kaki. Apabila tidak sesuai dengan urutan semestinya, maka yang tidak sesuai dengan urutan dianggap tidak sah.
Contoh: ketika seseorang melakukan wudlu’, Setelah membasuh kedua tangan, dia langsung membasuh kaki. Basuhan kaki tersebut Tidak dianggap sah, jadi harus mengusap sebagian kepala terlebih dahulu, barulah seah itu membasuh kaki.
Kemudian setelah melakukan wudlu’, disunnatkan membaca do’a dengan menghadap qiblat sembari mengangkat tangan serta menengadahkan wajah keatas, dilanjutkan membaca surat Al-Qodr tanpa mengangkat tangan.
Contoh Do’a Wudlu’ :



Selain yang tercantum diatas, masih ada beberapa kesunnatan yang bisa dilakukan pada masing masing rukun, Yaitu:

a) Menggosok anggota wudlu’ saat pembasuhan

b) Mengulangi basuhan atau usapan pada anggota wudlu’ sebanyak tiga kali

c) Mendahulukan anggota wudlu’ bagian kanan diwaktu membasuh tangan dan kaki

d) Muwalah (kontinyu / tanpa menunda nunda), yaitu menyegerakan basuhan setiap anggota wudlu’ selagi anggota sebelumnya yang dibasuh atau diusap belum mongering

e) Dikerjakan sendiri (tidak dibantu oleh orang lain didalam pembasuhan atau pengusapan anggota wudlu’)

f) Tidak berbicara disaat melakukan wudlu’kecuali apabila amat dibutuhkan

g) Tidak mengeringkan anggota wudlu’ yang telah dibasuh atau diusap dengan semisal handuk, kecuali karena udzur, seperti kedinginan, sakit dan lain lain.

Hal Hal Yang Membatalkan Wudlu.

1) Keluarnya sesuatu dari Qubul Dan Dubur, kecuali sperma

2) Hilangnya akal karena gila, ayan (epilepsi), pingsan atau tidur yang tidak menetapkan pantatnya ke bumi

3) Menyentuh farji, baik alat kelamin (qubul) maupun anus (dubur) manusia atau jin, dengan telapak tangan bagian dalam tanpa adanya penghalang

4) Persentuhan kulit pria dan wanita lain (bukan mahram) yang telah menginjak usia dewasa (telah mencapai usia yang pada umumnya bisa membangkitkan birahi) dengan tanpa ada penghalang

Hal-hal Yang Diharamkan Bagi Orang Yang Hadats
  1. Shalat, sujud tilawah, sujud syukur.
  2. Khutbah jum’at.
  3. Menyentuh Mushaf, yaitu apa saja yang bertuliskan Al-Qur’an dengan maksud untuk dibaca (nderes = jawa)
  4. Membawa mushaf
  5. Thawaf, baik wajib ataupun sunnah

Hal-hal Yang Dimakruhkan Ketika Wudlu’

  1. Isyraf, (terlalu berlebihan dalam menggunakan air)
  2. Mendahulukan anggota wudlu’ yang kiri.
  3. Melebihi tiga kali basuhan yang diyakini telah sempurna
  4. Kurang dari tiga kali basuhan meskipun sekedar ragu
  5. Terlalu berlebihan dalam berkumur, atau menghirup air kehidung saat berpuasa

Saat-saat Dianjurkan Berwudlu’

  1. Hendak membaca Al-Qur’an
  2. Hendak mendengarkan hadits
  3. Hendak belajar ilmu agama
  4. Hendak memasuki masjid
  5. Hendak berdzikir
  6. Hendak sa’i
  7. Hendak wuquf di arafah (singgah ditanah arofah)
  8. Berziarah, terutama dimakam Nabi Muhammad SAW.
  9. Khutbah selain khutbah jum’at
  10. Sebelum tidur
  11. Sebelum adzan
  12. Sebelum mandi janabah
  13. Sebelum menandu mayit
  14. Membawa kitab tafsir yang huruf tafsirnya lebih banyak dibanding huruf Al-Qur’annya
  15. Setelah berkata kotor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar